RSS

Inovasi

31 Mar

Merancang Strategi

Hidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layak

memberikan ucapan terima kasih pada para inovator yang telah

mempersembahkan aneka produk inovatif dihadapan kita. Dua dekade

silam, kita mungkin tak pernah membayangkan betapa kita bisa

melayangkan sederet kalimat romantis pada kekasih kita melalui

medium SMS. Atau, juga melakukan chatting dengan kawan

diseberang samudera melalui fasilitas internet. Karena itu, siapa tahu

dua puluh lima tahun lagi kita bisa menikmati mobil terbang,

melayang diatas jalanan kota Jakarta sambil menikmati pemandangan

emas menara Monas?

Ya kini tiap hari rasanya kita senantiasa disuguhi aneka produk yang

menawarkan sejumput inovasi demi sebuah kenikmatan hidup. Mulai

dari produk kamera digital, internet banking, media televisi diatas

screen telpon genggam, hingga produk celana-dalam-sekali-pakaikemudian-

dibuang. Hidup memang terus bergerak, dan setiap

perusahaan seperti dipacu untuk terus meluncurkan aneka produk

baru. Dengan kata lain, tanpa inovasi, sebuah perusahaan hampir

pasti akan terpelanting mati dalam sirkuit persaingan bisnis yang kian

brutal. Persoalannya kemudian adalah : bagaimana caranya suatu

perusahaan bisa menjadi lebih inovatif; bukan hanya dalam aneka

produk yang dibuat, namun juga dalam rangkaian proses pengelolaan

manajemennya? Sejumlah penyelidikan menyebut tiga aspek kunci

yang layak digenggam dalam perlombaan menjadi sang jawara inovasi.

Aspek yang pertama adalah, penciptaan iklim inovasi dalam denyut

kehidupan suatu perusahaan. Tentu saja harus segera disebut bahwa

penciptaan iklim ini tidak hanya dapat dilakukan melalui aneka slogan

atau lips service belaka. Iklim ini hanya bisa mekar melalui sistem

pengelolaan manajemen yang demokratis, bergerak cair dalam lintas

departemen, dan diusung melalui pola kepemimpinan yang terbuka

terhadap beragam ide baru, betapapun radikalnya ide baru itu. Dalam

kenyataannnya, pola kepemimpinan yang demokratis bahkan disebut

sebagai faktor kunci bagi mekarnya kreativitas diantara para karyawan.

Tanpa pola kepemimpinan yang empowering, maka barisan karyawan

yang penuh daya kreativitas sekalipun, niscaya akan layu dan

tenggelam dalam frustasi lantaran ide-idenya selalu terbentur dengan

tembok birokrasi yang mematikan.

Aspek yang kedua, adalah adanya visi dan arah yang jelas mengenai

strategi perusahaan menghadapi lansekap pasar masa depan. Tanpa

strategi yang jelas, acapkali proses inovatif yang telah dimunculkan

hanya akan berputar-putar ditempat tanpa mampu diterjemahkan

menjadi produk unggul yang menguntungkan dan menang di pasaran.

Kisah klasik yang tragis mengenai kehebatan para peneliti di Xerox

mungkin layak disebut disini.

Pada tahun 70an, para peneliti Xerox inilah yang pertama kali

menemukan teknologi mouse, dan juga tampilan windows yang kini

menghiasi setiap layar komputer. Namun tragisnya, para petinggi

Xerox tidak mampu melihat itu semua sebagai strategi penciptaan

produk yang menguntungkan. Pada akhirnya, perusahaan lainnya

yang kemudian mengeksploitasi beragam temuan inovatif itu menjadi

aneka produk legendaris. Pesannya barangkali jelas : sebuah

perusahaan mesti menempatkan segenap proses inovasinya dalam

payung strategi yang jelas mengenai masa depan. Tanpa itu, maka

proses inovasi yang melelahkan hanya akan berujung pada kegagalan

yang tragis.

Aspek yang terakhir yang juga layak diperhatikan ketika perusahaan

hendak berinovasi adalah kepekaan mengantisipasi kebutuhan masa

depan pelanggan. Keberhasilan fenomenal Apple dalam mendesain

dan menjual iPod sungguh tak lepas dari kepaiawaian mereka dalam

mengendus perubahan gaya hidup pelanggan menuju digital lifestyle.

Dan kini, mereka mencoba menduplikasi kesuksesan iPod dengan

meluncurkan iPhone, sebuah produk inovatif yang mengundang

banyak decak kagum.

Kisah sukses Apple ini mengindikasikan bahwa strategi inovasi yang

jitu mesti harus selalu ditautkan dengan dinamika kebutuhan

pelanggan, atac acap disebut sebagai customer driven innovation

strategy.

Proses menjadi perusahaan yang inovatif memang tidaklah mudah.

Dibutuhkan energi, nafas yang panjang dan juga kreativitas yang

jempolan untuk melaksanakan tiga aspek diatas secara optimal.

Namun kini ketika hidup terus bergerak kearah yang makin hipermodern,

barangkali pilihannya memang tinggal inovasi atau mati. Mati

pelan-pelan dalam kuburan produk-produk usang yang membosankan.

 
7 Comments

Posted by on March 31, 2009 in Lihat lebih dalam

 

Tags:

7 responses to “Inovasi

  1. 'zEm

    April 2, 2009 at 3:04 am

    Panjang banar postingan km…
    Malas q baca

     
    • Aria

      April 2, 2009 at 3:48 am

      Males baca pas OL, save page’y aj zem ae….

       
  2. luv says

    April 2, 2009 at 3:59 am

    menarik sih sebenarnya arr..
    tapi pusing baca nyaa.
    banyak banget..
    lain kali cari postingan yg lucu2 yaaaaa…

     
    • Aria

      April 3, 2009 at 1:04 pm

      untuk posting yang lucu ada waktu tertentu, skarang lagi seri’y kasih motivasi dan inspirasi orang….

       
  3. Zian X-Fly

    April 2, 2009 at 11:10 pm

    Slam knal ja.

     
    • Aria

      April 3, 2009 at 1:02 pm

      Salam kenal juga ya….share tips ngeblog’y ya….

       
  4. Violin_Kyen

    September 1, 2009 at 2:31 am

    Manthap Yaaa,, !!
    Walaupun cuman baca 1 kalimat,, hehehe,, !!
    Panjang BetuL seh^^,,, !!
    Hohoho,,, !!!

    Sep Lah,, Lanjutkhan^^,, !!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: